Senin, 28 Mei 2012


PENYELESAIAN MASALAH PENGANGGURAN & KEMISKINAN
Untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan, perlu dilakukan perbaikan dalam hal kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Ketiganya membutuhkan prasarana dan sarana yang layak dan memadai, barulah kemudian masyarakat dapat menggunakannya.
(1)    Kesehatan : pemerataan fasilitas dan pelayanan kesehatan (kuratif) serta fasilitas dan pemahaman sanitasi (preventif). Fasilitas dan pelayanan kesehatan mencakup puskesmas, klinik, rumah sakit, apotek, bidan, mantra, perawat, dokter, apoteker, serta kemudahan akses melalui kartu berobat, askeskin (untuk yang tidak mampu). Fasilitas dan pemahaman sanitasi sebagai upaya preventif agar tidak terkena penyakit mencakup air bersih, jamban, pengelolaan sampah dan air limbah, perilaku hidup bersih dan sehat.
(2)    Pendidikan : mencakup pendidikan formal (berjenjang) dan non formal (keahlian). Diperlukan pemerataan fasilitas dan pelayanan untuk pendidikan, meliputi bangunan sekolah dan prasarananya serta tempat pelatihan dan prasarananya. Selain itu keterjangkauan akses terhadap pendidikan harus diadakan, missal jalan, jembatan, pemahaman tentang perlunya pendidikan.
(3)    Kesejahteraan : mencakup kemudahan memperoleh bantuan modal, kemudahan ijin membuka usaha, membatasi masuknya produksi dari luar (impor).
Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan terlebih dahulu pemetaan pemahaman masyarakat terhadap ketiga aspek tersebut, kemauan masyarakat, fasilitas dan akses kepada fasilitas tersebut. Pada intinya, penyelesaian masalah kemiskinan dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga perlu adanya pendampingan dalam pemilihan opsi penyelesaian masalah kemiskinan.

Akan tetapi masyarakat dapat  menyelesaikan sendiri masalahnya apabila terdapat akses yang proporsional dan sesuai, yang paling mendasar adalah akses transportasi, akses informasi, akses ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar