Sabtu, 02 Juni 2012

jumat 1 juni
kemarin dapat kabar duka, kolega meninggal di pontianak, dulu sempat menjadi dosen tidak tetap di trisakti, masih aktif di PU, hari ini ngelayat
malamnya 2 jam nyusun lagi proposalnya
28-31 mei
3 hari pelatihan ttg air minum, hari ke4 baru bisa fokus lagi kerjakan disertasi, nyusun proposal selama 3 jam

Kamis, 31 Mei 2012

WAWANCARA DGN PROF DR IR PRAYATNI SOEWONDO
Dalam wawancara yg cukup singkat, prof mengingatkan bahwa penelitian utk studi S3 bukan berarti harus sesuatu yg "wah" seperti utk mendapat nobel..yang penting adalah kebaruan dari hasil penelitian sebelumnya, baik yang sebidang maupun yang tidak sebidang. Jadi harus dikuatkan literature review dari jurnal dan hasil penelitian, serta paten. Yang penting dari penelitian yang dilakukan adalah menemukan atau menyelesaikan masalah secara komplit dari berbagai aspek dan mempunyai dasar keilmuan yang kuat (bukan dari asumsi).

Selain itu, mahasiswa S3 harus bisa membagi waktu antara keluarga dgn penelitian. Kunci keberhasilan lain adalah dengan membangun jejaring (network) dengan pakar2 sebidang, baik di dalam maupun di luar negeri, dengan memanfaatkan seminar maupun workshop yang biasanya menghadirkan para pakar.

Untuk membantu pendanaan, disarankan utk mencari di web Dikti dan Pasca sarjana ITB. Ada banyak mekanisme hibah (Hibah Bersaing, Penelitian Disertasi, dsb), Beasiswa (BPPS), dan Voucher. Juga banyak potensi pendanaan dan kerjasama (seperti untuk validasi data, analisis data laboratorium) dari universitas di luar negeri melalui program Sandwich.

KOMPETENSI
Apa sih yang menjadi kompetensi saya? Sering kita ditanya apa yang menjadi keahlian/kompetensi kita. Kita harus berani menampilkan apa keahlian kita sehingga itu bisa sebagai "iklan" kita....ini kurang lebih yg menjadi kompetensi saya
Bidang keahlian :

žBidang pengolahan air minum
žBidang pengolahan air buangan
žBidang teknik lingkungan lain (AMDAL, UKL/UPL)
Yang dikerjakan sehari-hari :
žMengajar
žMendidik
žMembimbing mahasiswa
žMeneliti
žMenulis makalah
žMemberikan konsultasi
žMelatih
žMemberikan penyuluhan
žMengedit makalah untuk jurnal
ž --> MEMBERIKAN PELAYANAN DALAM BIDANG TEKNIK LINGKUNGAN
Sasaran Pelayanan :
žMahasiswa dan siswa sekolah
žGuru sekolah
žPeer group dan forum komunitas
žMasyarakat
žPemerintah Daerah & Pemerintah pusat
Keahlian lain :
žBidang pengelolaan pendidikan  à metode pengajaran (didaktik), metode penilaian (assessment)
žBidang administrasi program studi à Rencana Strategis, Evaluasi Diri & Laporan Tahunan Prodi, Akreditasi
žBidang pengelolaan jurnal
žKomputer (pengelolaan dokumen, pengolahan data, pemodelan lingkungan & pemrograman)
 
 

Senin, 28 Mei 2012


PENYELESAIAN MASALAH PENGANGGURAN & KEMISKINAN
Untuk menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan, perlu dilakukan perbaikan dalam hal kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Ketiganya membutuhkan prasarana dan sarana yang layak dan memadai, barulah kemudian masyarakat dapat menggunakannya.
(1)    Kesehatan : pemerataan fasilitas dan pelayanan kesehatan (kuratif) serta fasilitas dan pemahaman sanitasi (preventif). Fasilitas dan pelayanan kesehatan mencakup puskesmas, klinik, rumah sakit, apotek, bidan, mantra, perawat, dokter, apoteker, serta kemudahan akses melalui kartu berobat, askeskin (untuk yang tidak mampu). Fasilitas dan pemahaman sanitasi sebagai upaya preventif agar tidak terkena penyakit mencakup air bersih, jamban, pengelolaan sampah dan air limbah, perilaku hidup bersih dan sehat.
(2)    Pendidikan : mencakup pendidikan formal (berjenjang) dan non formal (keahlian). Diperlukan pemerataan fasilitas dan pelayanan untuk pendidikan, meliputi bangunan sekolah dan prasarananya serta tempat pelatihan dan prasarananya. Selain itu keterjangkauan akses terhadap pendidikan harus diadakan, missal jalan, jembatan, pemahaman tentang perlunya pendidikan.
(3)    Kesejahteraan : mencakup kemudahan memperoleh bantuan modal, kemudahan ijin membuka usaha, membatasi masuknya produksi dari luar (impor).
Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan terlebih dahulu pemetaan pemahaman masyarakat terhadap ketiga aspek tersebut, kemauan masyarakat, fasilitas dan akses kepada fasilitas tersebut. Pada intinya, penyelesaian masalah kemiskinan dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, sehingga perlu adanya pendampingan dalam pemilihan opsi penyelesaian masalah kemiskinan.

Akan tetapi masyarakat dapat  menyelesaikan sendiri masalahnya apabila terdapat akses yang proporsional dan sesuai, yang paling mendasar adalah akses transportasi, akses informasi, akses ilmu pengetahuan.
ISI KULIAH PERTAMA – 25 JAN 2012
Inti dari kuliah pertama adalah garis besar pembelajaran matakuliah filsafat Ilmu dan strategi bagi penyelesaian S3
Tujuan dari kuliah filsafat ilmu adalah untuk membuat mahasiswa S3 berlatih untuk berpikir kritis.
Beberapa sikap mental yang perlu diperbaiki pada mahasiswa S3 adalah sbb :
- Mengurangi sikap tidak peduli terhadap orang yang berbicara di bidang lain yang berbeda dari bidang keahlian/disertasi kita
-Menguasai ilmu : 70% teoritis dan 30% praktis.
Tips untuk dapat menyelesaikan sekolah S3 tepat waktu sebagai berikut :
- Menuruti kemauan pembimbing oleh karena pembimbing sudah lebih berpengalaman dari penelitian-penelitian sebelumnya.
- membaca semua text book yang relevan dengan topic kita, biasanya 5 buku terbaru (10 tahun terakhir) atau yang lebih advance dari S1 & S2.
- Membaca paper dari jurnal sebanyak 100 paper terbitan terbaru juga (10 tahun terakhir).
- Diskusi dengan pembimbing untuk mendapatkan kesepakatan dengan pembimbing dan aktif bertanya kepada pembimbing.
- Mencari tools/software untuk melakukan simulasi/validasi dari konsep dan data-data test (jika diperlukan).
- Belajar menulis paper dengan bahasa formal
- Berdiskusi dgn pakar dari bidang disertasi kita, tidak terbatas internal prodi, ITB atau nasional, bila perlu yg internasional, search melalui internet atau milis komunitas
- Mencari jurnal internasional yg memuat hasil penelitian yang relevan dgn bidang disertasi
Seorang ahli biasanya telah menggunakan waktu 10.000 jam untuk belajar. Anggap saja proses belajar hingga S2 sudah memakan waktu 5.000 jam, maka masih diperlukan 5.000 jam sisanya pada saat S3 ini. Jumlah pembelajaran ini setara dengan 20 jam/minggu.

Sabtu, 26 Mei 2012


PERBANDINGAN 2 BUKU FILSAFAT & FILSUF YG BERPENGARUH

1.         Perbandingan buku “Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan” oleh Donny Gahral Madian dengan buku “Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer” oleh Jujun S. Suriasumantri
Perbandingan kedua buku tersebut ditampilkan pada table berikut :
Parameter
"Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan"
"Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Populer"
Susunan penulisan
Terdiri atas 7 bab
Terdiri atas 10 bab
Sistematika Penulisan
Dimulai dari sejarah ilmu filsafat, para tokoh dan aliran filsafat, kemudian metode ilmiah, aksi dan pengalaman, positivisme ilmu, antirealisme, pascapositivisme, dan ilmu pengetahuan serta persoalan di seputar kehidupan sehari-hari
Dimulai dari pengertian, sejarah dan dasar pengetahuan, dilanjutkan dengan ontologi, epistemiologi, aksiologi, ilmu dan kebudayaan, ilmu dan bahasa, serta penelitian dan penulisan ilmiah
Pokok Kajian
Filsafat dalam mengkaji dan menganalisis permasalahan secara ilmiah
3 wilayah besar Filsafat : ontologi, epistemiologi, aksiologi
Penggunaan Bahasa
Ilmiah
Ilmiah cenderung Populer
Tahun Penerbitan
2002
1982

Dari perbandingan di atas, dapat disimpulkan :
a.       Dari segi kebaruan : Buku “Menyoal …..” lebih baru dibandingkan buku “Filsafat …..”
b.      Dari segi keperluan pengkajian dan analisis ilmiah, buku “Menyoal ….” lebih aplikatif, dimana buku “Filsafat ….” dapat dikatakan sebagai buku referensi untuk membahas ilmu filsafat.
Dengan demikian, untuk mata kuliah FILSAFAT ILMU untuk menggunakan buku "Menyoal Objektivisme Ilmu Pengetahuan", karena tujuan mata kuliah Filsafat Ilmu adalah untuk membantu mahasiswa pasca sarjana tingkat doctor untuk melakukan penelitian disertasi, dimana teori/ilmu filsafat dalam buku ini dapat diaplikasikan untuk analisis ilmiah.



2.         Tiga orang filsuf yang paling mempengaruhi ilmu pengetahuan
a.       Aristoteles : meletakkan dasar-dasar berpikir ilmiah dengan metodanya yaitu observasi, eksperimen dan berpikir induktif. Yang paling  mendasar adalah prinsip silogisme yang dilontarkan oleh Aristoteles
b.      Michael Kant : melakukan pendekatan filsafat dari 3 wilayah besar filsafat,  yaitu pengetahuan, ada dan nilai
c.       Ibnu Sina : disebut sebagai “Bapak Kedokteran Modern”, meletakkan dasar-dasar ilmu kedokteran